World Time

New York London Tokyo Jakarta
"Pruvision & Me bukanlah Situs Resmi Prudential akan tetapi ini Situs Agen Resmi Prudential berlicency dibawah Naungan PruVision Agency"

Cari Blog Ini

Tampilkan postingan dengan label Pruvision agency. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pruvision agency. Tampilkan semua postingan

Senin, 07 Januari 2013

Penyakit Jantung


Serangan jantung 



















 (bahasa Inggris: Myocardial infarction, acute myocardial infarction, MI, AMI) adalah terhentinya aliran darah, meskipun hanya sesaat, yang menuju ke jantung, dan mengakibatkan sebagian sel jantung menjadi mati.
Penyakit jantung merupakan penyebab kematian nomor satu pada orang dewasa di Amerika. Setiap tahunnya, di Amerika Serikat:
·         1.500.000 orang mengalami serangan jantung.
·         478.000 orang meninggal karena penyakit jantung koroner.
·         407.000 orang mengalami operasi peralihan.
·         300.000 orang menjalani angioplasti.


Penyakit jantung, stroke, dan penyakit periferal arterial merupakan penyakit yang mematikan. Di seluruh dunia, jumlah penderita penyakit ini terus bertambah. Ketiga kategori penyakit ini tidak lepas dari gaya hidup yang kurang sehat yang banyak dilakukan seiring dengan berubahnya pola hidup.
Faktor-faktor pemicu serangan jantung ialah Rokok, mengonsumsi makanan berkolestrol tinggi, kurang gerak, malas berolahraga, stres, dan kurang istirahat.

Pengenalan Jantung

Jantung adalah organ berupa otot, berbentuk kerucut, berongga dan dengan basisnya di atas dan puncaknya di bawah. Apex-nya (puncak) miring ke sebelah kiri. Berat jantung kira-kira 300 gram. Agar jantung berfungsi sebagai pemompa yang efisien, otot-otot jantung, rongga atas dan rongga bawah harus berkontraksi secara bergantian. Laju denyut-denyut jantung atau kerja pompa ini dikendalikan secara alami oleh suatu "pengatur irama". Ini terdiri dari sekelompok secara khusus, disebut nodus sinotrialis, yang terletak di dalam dinding serambi kanan. Sebuah impuls listrik yang ditransmisikan dari nodus sinotrialis ke kedua serambi membuat keduanya berkontraksi secara serentak. Arus listrik ini selanjutnya diteruskan ke dinding-dinding bilik, yang pada gilirannya membuat bilik-bilik berkontraksi secara serentak. Periode kontraksi ini disebut systole. Selanjutnya periode ini diikuti dengan sebuah periode relaksasi pendek - kira-kira 0,4 detik - yang disebut diastole, sebelum impuls berikutnya datang. Nodus sinotrialus menghasilkan antara 60 hingga 72 impuls seperti ini setiap menit ketika jantung sedang santai. Produksi impuls-impuls ini juga dikendalikan oleh suatu bagian sistem syaraf yang disebut sistem syaraf otonom, yang bekerja diluar keinginan kita. Sistem listrik built-in inilah yang menghasilkan kontraksi-kontraksi otot jantung beirama yang disebut denyut jantung.

Faktor-faktor Risiko Penyakit Jantung Koroner
·         Memasuki usia 45 tahun bagi pria.
Sangat penting bagi kaum pria untuk menyadari kerentanan mereka dan mengambil tindakan positif untuk mencegah datangnya penyakit jantung.
·        Bagi wanita, memasuki usia 55 tahun atau mengalami menopause dini (sebagai akibat operasi).
Wanita mulai menyusul pria dalam hal risiko penyakit jantung setelah mengalami menopause.
·         Riwayat penyakit jantung dalam keluarga.
Riwayat serangan jantung di dalam keluarga sering merupakan akibat dari profil kolesterol yang tidak normal.
·         Diabetes.
Kebanyakan penderita diabetes meninggal bukanlah karena meningkatnya level gula darah, namun karena kondisi komplikasi jantung mereka.
·         Merokok.
Resiko penyakit jantung dari merokok setara dengan 100 pon kelebihan berat badan - jadi tidak mungkin menyamakan keduanya.
·         Tekanan darah tinggi (hipertensi).
·         Kegemukan (obesitas).
Obesitas tengah (perut buncit) adalah bentuk dari kegemukan. Walaupun semua orang gemuk cenderung memiliki risiko penyakit jantung, orang dengan obesitas tengah lebih-lebih lagi.
·         Gaya hidup buruk.
Gaya hidup yang buruk merupakan salah satu akar penyebab penyakit jantung - dan menggantinya dengan kegiatan fisik merupakan salah satu langkah paling radikal yang dapat diambil.
·         Stress.
Banyak penelitian yang sudah menunjukkan bahwa, bila menghadapi situasi yang tegang, dapat terjadi arithmias jantung yang membahayakan jiwa.

Serangan Jantung
        Serangan jantung adalah suatu kondisi ketika kerusakan dialami oleh      bagian otot jantung (myocardium) akibat mendadak sangat berkurangnya pasokan darah ke bagian otot jantung. Berkurangnya pasokan darah ke jantung secara tiba-tiba dapat terjadi ketika salah satu nadi koroner terblokade selama beberapa saat, entah akibat spasme - mengencangnya nadi koroner - atau akibat penggumpalan darah - thrombus. Bagian otot jantung yang biasanya dipasok oleh nadi yang terblokade berhenti berfungsi dengan baik segera setelah splasme reda dengan sendirinya, gejala-gejala hilang secara menyeluruh dan otot jantung berfungsi secara betul-betul normal lagi. Ini sering disebut crescendo angina atau coronary insufficiency. Sebaliknya, apabila pasokan darah ke jantung terhenti sama sekali, sel-sel yang bersangkutan mengalami perubahan yang permanen hanya dalam beberapa jam saja dan bagian otot jantung termaksud mengalami penurunan mutu atau rusak secara permanen. Otot yang mati ini disebut infark.

Gejala Serangan Jantung
Gejala-gejala ini untuk setiap orang biasa berbeda. Sebuah serangan jantung mungkin dimulai dengan rasa sakit yang tidak jelas, rasa tidak nyaman yang samar, atau rasa sesak dibagian tengah dada. Kadang, sebuah serangan jantung hanya menimbulkan rasa tidak nyaman yang ringan sekali sehingga sering disalahartikan sebagai gangguan pencernaan, atau bahkan lepas dari perhatian sama sekali. Dalam hal ini, satu-satunya cara yang memungkinkan terdeteksinya sebuah serangan jantung adalah ketika harus menjalani pemeriksaan ECG untuk alasan lain yang mungkin tidak berkaitan. Dipihak lain, serangan jantung mungkin menghadirkan rasa nyeri paling buruk yang pernah dialami - rasa sesak yang luar biasa atau rasa terjepit pada dada, tenggorokan atau perut. Bisa juga mengucurkan keringat panas atau dingin, kaki terasa sakit sekali dan rasa ketakutan bahwa ajal sudah mendekat. Juga mungkin merasa lebih nyaman bila duduk dibanding bila berbaring dan mungkin napas begitu sesak sehingga tidak bisa santai. Rasa mual dan pusing bahkan sampai muntah, bahkan yang lebih parah yaitu ketika sampai kolaps dan pingsan.
Ada beberapa gejala yang lebih spesifik, antara lain:
·         Nyeri. Jika otot tidak mendapatkan cukup darah (suatu keadaan yang disebut iskemi), maka oksigen yang tidak memadai dan hasil metabolisme yang berlebihan menyebabkan kram atau kejang. Angina merupakan perasaan sesak di dada atau perasaan dada diremas-remas, yang timbul jika otot jantung tidak mendapatkan darah yang cukup. Jenis dan beratnya nyeri atau ketidaknyamanan ini bervariasi pada setiap orang. Beberapa orang yang mengalami kekurangan aliran darah bisa tidak merasakan nyeri sama sekali (suatu keadaan yang disebut silent ischemia).
·         Sesak napas merupakan gejala yang biasa ditemukan pada gagal jantung. Sesak merupakan akibat dari masuknya cairan ke dalam rongga udara di paru-paru (kongesti pulmoner atau edema pulmoner).
·         Kelelahan atau kepenatan. Jika jantung tidak efektif memompa, maka aliran darah ke otot selama melakukan aktivitas akan berkurang, menyebabkan penderita merasa lemah dan lelah. Gejala ini seringkali bersifat ringan. Untuk mengatasinya, penderita biasanya mengurangi aktivitasnya secara bertahap atau mengira gejala ini sebagai bagian dari penuaan.
·         Palpitasi (jantung berdebar-debar)
·         Pusing & pingsan. Penurunan aliran darah karena denyut atau irama jantung yang abnormal atau karena kemampuan memompa yang buruk, bisa menyebabkan pusing danpingsan.

Tanda-tanda Peringatan Dini
Bagaimanapun, salah sekali pendapat bahwa sebuah serangan jantung datang seperti petir di siang bolong. Serangan jantung adalah puncak bencana dari sebuah proses kerusakan yang berlangsung lama, yang sering melibatkan kejutan-kejutan emosional, kekacauan fisiologis dan kelelahan mental. Tanda-tanda peringatan dini begitu subyektif dan begitu tersamar, sehingga bahkan dokter yang terlatih untuk mengukur segala sesuatu secara obyektif masih bisa mengabaikannya.
Diagnosis
Berdasarkan gejala-gejala yang dirasakan, seorang dokter dapat membuat perkiraan yang nalar tentang apakah gejala-gejala itu mengisyaratkan serangan jantung atau tidak. Kecurigaannya mungkin diperkuat oleh penampilan si penderita, tingkat tekanan darah dan bunyi detak jantung. Dokter mungkin akan mengirimnya ke pemeriksaan ECG dan uji darah, tetapi bila masih merasakan nyeri, dokter barangkali akan memberi suntikan penghilangrasa nyeri sebelum pemeriksaan itu. Ini karena nyeri yang menakutkan dapat membawa ke jurang yang lebih dalam, yang bisa menyebabkan gejala jantung. Nyeri itu juga dapat menimbulkan dampak psikologis jangka panjang. ECG pertama mungkin tidak menunjukkan tanda-tanda serangan jantung dan mungkin pemeriksaan itu harus diulang. Kadang-kadang uji yang kedua pun masih tidak menunjukkan perubahan, dan selama hal ini, diagnosis akan bergantung pada pemeriksaan darah. Jantung, seperti semua sel tubuh lain, mengandung bahan-bahan kimia khusus yang disebut enzim. Ketika sel-sel jantung mengalami kerusakan, enzim-enzim yang dilepaskan beredar bersama aliran darah. Setelah sebuah serangan jantung, kadar sebagian enzim ini langsung naik, tetapi selanjutnya enzim-enzim tersebut lekas mengurai dan karena itu tidak terdeteksi lagi setelah sehari atau dua hari; ada enzim yang baru dilepaskan beberapa jam atau bebera hari kemudian tetap tinggal dalam darah selama beberapa hari atau bahkan beberapa minggu.

** 10 Anggapan salah tentang penyakit jantung
    
    1.    Penyakit jantung hanya terjadi pada orang gemuk saja.
    2.    Penyakit jantung tidak bisa pada anak atau orang muda.
    3.    Wanita terbebas dari penyakit jantung
    4.    Penyakit jantung hanya satu macam
    5.     Jantungnya sehat, tak mungkin bisa sakit jantung.
    6.    Tidak ada hubungan dengan serangan stroke
7  7.    Penyakit jantung merupakan penyakit keturunan
8  8.    Penyakit jantung tidak dapat dicegah
9  9.    Terkena penyakit jantung sebab sering dikagetkan
1  10. Penyakit jantung muncul sebab sering mengonsumsi menu jantung pisang





Rabu, 19 Desember 2012

"Apasih Smart ???"


Apasih S.M.A.R.T

Suatu ketika, Abdullah bin Zubair, Mush’ab bin Umair, Urwah bin Zubair, dan Abdul Malik bin Marwan duduk bersama dalam satu majelis. Salah seorang dari mereka melontarkan pertanyaan, ”Mari kita ber-angan karena Allah, apa yang kalian inginkan?””Aku ingin memiliki wilayah Hijaz dan menjadi khalifah di atasnya,” kata Abdullah bin Zubair.”Aku ingin menguasai wilayah Iraqain (Kufah dan Basrah),” kata Mush’ab bin Umair.”Aku ingin memiliki seluruh bumi, dan menjadi khalifah setelah Mu’awiyah,” kata Abdul Malik bin Marwan.”Aku ingin menjadi seorang yang alim, banyak beramal, menjadi rujukan manusia. Lalu aku unggul di akhirat dengan ridha Allah dan surga-Nya,” kata Urwah bin Zubair.
Pada akhirnya, Allah mewujudkan cita-cita keempat tokoh tersebut. Abdullah berhasil menguasai Hijaz dan diangkat menjadi khalifah. Mush’ab mampu menguasai Iraqain. Abdul Malik juga menjadi khalifah setelah Mu’awiyah dan Urwah menjadi ulama yang terkenal sebagai rujukan kaum Muslimin dalam mempelajari Al-Quran dan sunnah Rasul 1)*
Begitulah orang-orang besar hidup sukses berawal dari membangun mimpi. Cita-cita. Visi. Itulah yang mesti sobat miliki untuk menjadi sukses. Mereka dari awal sudah memetakan dengan tepat visi hidup mereka. Ada sebuah kalimat bijak, ”mimpi hari ini adalah kenyataan di hari esok”. Ya, kesuksesan pada masa depan dimulai dari membangun mimpi yang tepat pada saat ini.
Sama halnya dengan memimpin sebuah organisasi. Kesuksesan sobat sebagai pemimpin dimulai dari membangun visi yang tepat. Seperti apa? Ada lima syarat, yang terkenal dengan singkatan SMART. Artinya Spesific, Measurable, Achievable, Reasonable, dan Time-phased.

1. Spesific

Spesific artinya tertentu atau khusus. Jelas. Gamblang. Tidak kabur. Coba kita lihat bagaimana ke-empat tokoh di atas, Abdullah bin Zubair, Mush’ab bin Umair, Urwah bin Zubair, dan Abdul Malik bin Marwan, masing-masing memiliki cita-cita yang jelas. Mereka dengan gamblang menceritakan visi yang ingin dicapai dalam hidup mereka. Gambaran yang jelas mengenai visi menjadi salah satu faktor kunci yang akan menentukan konsistensi sobat ketika menghadapi masalah. Ingat kisah Abdullah bin Rawahah dalam perang Mu’tah di edisi kemarin!Masing-masing juga menentukan visi hidup yang berbeda satu sama lain. Itulah makna dari ”khusus” di atas. Setiap kita biasanya memiliki ke-khas-an tersendiri dalam menentukan cita-cita. Visi yang sobat tentukan, jangan terpengaruh oleh orang lain. Meminta pertimbangan orang lain itu boleh, tapi bukan kemudian berarti kita tidak memiliki prinsip sehingga malah terombang-ambing. Akhirnya, malah tidak jelas lagi visinya. Oke?Nah, dengan visi yang jelas dan khas, sobat akan lebih mudah dalam menentukan kebijakan-kebijakan organisasi. Seluruh kebijakan, aktivitas, dan kerja organisasi akan diarahkan pada bagaimana agar visi itu tercapai. Dalam hal ini, visi yang spesifik ibarat kompas bagi kapal. Bayangkan berjalan mengarungi lautan tanpa penunjuk arah! Gak kebayang deh…

2. Measurable

Yang kedua adalah measurable, artinya terukur. Maksudnya, sobat memiliki parameter-parameter yang jelas untuk mengukur tingkat keberhasilan sobat dalam mencapai visi sobat. Kita bisa melihat sukses tidaknya sobat dari parameter tersebut. Apa yang bisa sobat dapatkan dari pencapaian visi yang sobat rencanakan. Itu intinya.Coba sobat perhatikan pernyataan Abdullah bin Zubair! Dia ingin memiliki wilayah Hijaz dan menjadi khalifah di atasnya. Parameter apa yang bisa dilihat? Ya, beliau baru akan merasa sukses jika tidak hanya memiliki Hijaz saja, tapi juga dengan menjadi khalifah di wilayah tersebut. “…………menjadi khalifah di atasnya”. Itulah kalimat yang nenunjukkan bahwa visi Abdullah bin Zubair adalah visi yang measurable.Bagaimana dengan mengelola organisasi? Sama juga. Sobat harus memiliki ukuran-ukuran yang jelas untuk mengukur tingkat keberhasilan visi yang tercapai. Pada level-level mana organisasi tersebut dikatakan sukses atau gagal? Misalnya ada sebuah organisasi Rohis punya visi membentuk remaja yang berakhlak sholeh. Nah, akhlak sholeh seperti apa yang ingin dicapai? Perlu ukuran untuk menjelaskan level sholeh tersebut. Sobat harus miliki itu. Itulah inti dari visi yang measurable. Kemudian,…

3. Achievable

Achievable atau dapat dicapai. Tentukan pencapaiannya. Target yang ingin kita capai itu apa. Nah, target itu haruslah yang rasional. Yang seperti apa? Yang sobat dapat mencapainya. Bukan yang muluk-muluk. Hanya sekedar mimpi belaka tanpa pernah bisa terealisasi.Kembali kita memperhatikan pernyataan Urwah bin Zubair di atas. Pada kalimat terakhir, beliau ingin menjadi manusia yang unggul di hadapan Allah SWT. Nah, bagaimana beliau bisa mencapainya? Jawabnya adalah dengan menjadi seorang yang alim, banyak beramal dan menjadi rujukan manusia dalam ilmu agama.Sebagaimana Urwah bin Zubair, sobat harus bisa merinci, atau setidaknya memiliki gambaran, kira-kira untuk bisa mencapai visi tersebut apa yang mesti dilakukan. Cara apa yang mesti sobat rencanakan. Jalan mana yang mesti sobat lalui sehingga visi tercapai. Visi bisa dikatakan achievable adalah ketika visi itu memiliki skenario atau rencana bagaimana pencapaiannya.Kalau sobat ternyata tidak tahu harus bagaiamana? Berpikir yang keras untuk mencari jalan. Kalau masih belum ketemu, masih bingung? Boleh jadi, visi sobat memang tidak memenuhi syarat achivable.

4. Reasonable

Reasonable itu bisa diartikan layak, pantas, dan masuk akal. Realistis. Sobat mesti menentukan visi yang layak, pantas dan masuk akal bagi sobat untuk mencapainya. Untuk itu mesti ada alasan yang menjadikan visi sobat realistis. Lagi-lagi, tidak muluk-muluk sehingga bisa tercapai. Kata seorang teman, tahu diri dikitlah…Tapi itu bukan berarti kemudian kita terus pasang target rendah. Nggak gitu… Kita tetap menentukan cita-cita yang setinggi-tingginya, hanya catatannya mesti yang realistis. Istilah kerennya, kita tidak over-estimate tapi juga tidak under-estimate. Apa itu? Tanya mbak atau mas yang biasa ngisi kajian di musholla sekolah.Jadi, visi yang reasonable adalah yang realistis. Yang sesuai dengan situasi dan kondisi kita. Kapasitas kita sangat menentukan realistis tidaknya visi yang kita buat. Tentang visi ke-empat tokoh di atas, adalah realiastis karena memang kapasitas mereka layak untuk memiliki obsesi setinggi itu.Contoh visi yang tidak reasonable adalah organisasi RISMA yang punya visi membentuk generasi pelajar yang berprestasi. Letak ketidak-reasonable-annya di mana? Jelas di ”generasi pelajar”nya, karena RISMA adalah organisasi dengan anggota remaja masjid. Masa anggotanya remaja masjid, kok malah ngurus palajar. Nggak nyambung-kan?

5. Time-phased

Time-phased, ini artinya visi kita mesti memiliki frame waktu yang jelas. Memiliki tahapan-tahapan waktu dalam pencapaiannya. Maksudnya, ada kejelasan waktu kapan kita akan memulai, sampai target kapan visi tersebut harus tercapai. Semua kerja tersusun dalam urutan waktu pelaksanaan yang tertata. Ini akan membantu kita dalam mengukur sukses atau gagalnya pencapaian visi kita. Selain itu, terlambat tidaknya visi tercapai juga dapat dilihat.Abdul Malik bin Marwan memiliki visi dengan time-phased yang jelas. Beliau ingin menjadi setelah Mu’awiyah. Di sini terlihat bahwa, time-phased tidak hanya melulu terpaku pada satuan waktu yang biasa kita kenal, misal tahun, bulan, umur, dsb. Tetapi yang ditekankan adalah pada urutan atau tahapan kerja dengan alokasi waktu masing-masing. Gitu…….1)*

Demikian ulasan kali ini semoga bermanfaat buat kita semua.

 Pustaka: Meraih Kekuatan dari yang Maha Kuat. M. Lili Nur Aulia. Pustaka Da’watuna. 2005

Selasa, 18 Desember 2012

"PruSyariah"

Planing Ibadah Haji


Assalamualaikum Wr.Wb.

Buat rekan rekan yang berencana Ibadah Haji,
Bisa kok mengatur rencana mulia ini melalui Prusyariah.
Bagaimana teknisnya,Bagaimana Caranya ???

Selain rekan rekan bisa merencanakan Ibadah Haji juga dapat Proteksi kesehatan lho. Ini suatu manfaat lebih dari PruSyariah.

Saksikan Cuplikan Video dibawah ini

http://www.prudential.co.id/corp/prudential_in_id/header/press/photovideolibrary/videos/PRUsyariah.html


Mau tanya tanya dulu juga boleh kok.
Monggo silahkan komen di blog ini dan tinggalkan no telp anda / alamat email anda.Jangan sia siakan kesempatan ini.

Kami akan bantu anda untuk mewujudkan Impian/cita cita mulia anda.

Wasalamualaikum Wr.Wb

Kamis, 13 Desember 2012

"Pruvision Agency"


PruVision Agency




PRUvision Agency adalah salah satu dari agency Prudential terbaik yang berlokasi di Jakarta yang merupakan agency no 1 di Indonesia. PRUvision agency didirikan pada awal tahun 2006 oleh 7 orang anak muda yang berdedikasi tinggi dengan dipimpin oleh seorang leader yang luar biasa, yaitu Bp Denny Oetama Hartono  yang telah mendapatkan banyak penghargaan dan telah terpilih menjadi Agency Of The Year selama 4 tahun berturut-turut. Sampai dengan sekarang PRUvision telah memiliki lebih dari 1000 leader dan ribuan agen yang tersebar di seluruh Indonesia, yang mana diantaranya memiliki prestasi yang sangat luar biasa seperti TOP UM,SUM, AM th 2005 & 2006 serta Agency of The Year selama 3 tahun.

Bp Denny Oetama Hartono

Pada saat pertama kali Agency ini hanya memiliki beberapa agen saja dengan tidak memiliki Leader yang aktif dalam membimbing para agen yang ada, sehingga untuk mendapatkan ilmu mereka mencari sendiri dengan cara menanyakan kepada rekan-rekan sesama agen yang berbeda leader.


Gedung UOB ( Thamrin Nine )

Sebelum menempati Gedung UOB Plaza yang megah ini sebelumnya Pruvision menempati Gedung Jaya .Gedung UOB Plaza ini difasilitasi dengan ruang kerja yang luar biasa,ruang Traning untuk para agen agennya belajar Product Knowlead dari Prudential yang di bimbing oleh para leader leader handal dan profesional.

Suatu kebanggan tersendiri untuk saya bisa bergabung di Pruvision.
Semoga kesempatan saya ini bisa belajar untuk bisa lebih baik,bisa berbagi pengetahuan yang sudah saya pelajari di Pruvision,bisa berbagi kepada rekan rekan saya bagaimana mempersiapkan masa depan yang lebih baik.

Terima kasih Pruvision,terima kasih Pak Denny Oetama,terima kasih Pak Kris,terima kasih Pak Sugiarso atas kesempatan yang diberikan untuk saya bisa bergabung di sini. Beliaulah leader leader terbaik saya.

Salam hormat